Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Meningkatkan Produktivitas Lahan Sempit dengan Aquaponik

Tanggal diterbitkan: 23/01/2018


Teknologi dalam bidang pertanian memudahkan siapa saja untuk bercocok tanam, bahkan pada lahan yang terbilang sempit. Sejak istilah hidroponik pertama kali dicetuskan oleh seorang agronomis Universitas California pada 1936, Dr. WF. Gericke, keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan berarti untuk terus meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Beliau berhasil mengembangkan tanaman tomat setinggi 3 meter dengan buah yang lebat di dalam pot berisi mineral hasil penelitiannya.

Hidroponik berasal dari kata hydros yang berarti air, dan ponics yang memiliki arti sebagai kegiatan bercocok tanam. Kini istilah tersebut dikenal sebagai kegiatan bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Teknologi ini sangat membantu produktivitas lahan, bahkan untuk wilayah yang tandus. 

Kini, teknik bercocok tanam dengan hidroponik semakin asyik dikerjakan sambil memelihara ikan air tawar. Teknik menanam sekaligus memelihara ikan ini disebut aquaponik. Aquaponik merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang mengombinasikan aquakultur dengan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Hidroponik merupakan tempat tanaman tumbuh, sedangkan aquakultur adalah tempat ikan dipelihara.

Dengan memanfaatkan sifat alami kedua makhluk tersebut, sistem aquaponik sangat ramah lingkungan dan bebas dari penggunaan pupuk kimia. Ikan dan tumbuhan yang secara bersamaan dipelihara dapat saling memberi manfaat.

Bagaimana simbiosis tersebut bekerja dalam sebuah siklus? Berikut penjelasan cara kerja sistem aquaponik.

Sedimen atau endapan aquatik berupa kotoran ikan dan pakan yang tidak dimakan bisa menjadi racun bagi ikan. Namun, endapan tersebut bisa dimanfaatkan tanaman sebagai sumber nutrisi. Aquaponik membuat sebuah siklus agar simbiosis ini menjadi saling menguntungkan.
Aquaponik tidak membutuhkan pupuk kimia. Sistem ini memanfaatkan sisa ekskresi ikan untuk menutrisi tanaman. Dalam aquaponik terdapat biofilter sebagai tempat bakteri nitrifikasi. Air yang membawa kotoran ikan dan sisa pakan akan mengalir melewati biofilter. Di dalam biofilter amonia diubah menjadi nitrit dan nitrat yang bernutrisi untuk tumbuhan. Aerator berfungsi mengalirkan udara ke air agar akar tumbuhan dapat bernafas. Kemudian air akan kembali ke kolam dalam keadaan bersih, karena tersaring oleh akar tumbuhan. Ikan pun dapat terus berkembang biak di air yang bebas endapan.

Tanaman apa saja yang dapat dibudi daya dengan aquaponik? Tumbuhan yang bisa ditanam dengan teknik aquaponik biasanya sayur atau buah yang memiliki daun. Sebagai contoh: cabai, kangkung, selada, tomat, okra, blewah, dan paprika. Sedangkan ikan yang umumnya dipelihara dalam siklus aquaponik adalah ikan lele, ikan mas, maupun udang galah air tawar. Anda bisa memperoleh dua hasil sekaligus, yaitu hasil dari bercocok tanam dan hasil dari memelihara ikan. Aquaponik bisa dikreasikan sesuai sistem dan modelnya, sehingga lahan sempit Anda bisa bermanfaat serta memiliki nilai estetika yang tinggi.

Sistem aquaponik terbagi menjadi empat jenis, yaitu: aquaponik aliran atas, aquaponik aliran bawah, aquaponik pasang surut, dan aquaponik rakit apung. Modelnya pun beragam. Ada model aquaponik tunggal DFT, model aquaponik aliran atas, model aquapnik pasang surut, model aquaponik kolam bertingkat, model aquaponik rak sayuran bertingkat, dan model aquaponik rakit apung. Masing-masing model aquaponik yang bisa Anda terapkan tersebut memiliki karakteristik serta daya tahan yang berbeda-beda.

Para pakar aquaponik menyarankan untuk menggunakan sistem dan model sesuai kebutuhan, luas lahan, serta ketersediaan dana. Dengan memilih teknik aquaponik yang tepat, hasilnya pun akan maksimal. 

Siap mengelola lahan sempit menjadi lebih produktif? Anda bisa mencoba aquaponik. Selamat mencoba! (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News