Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Mari Kenali Gejala Depresi Sejak Dini

Tanggal diterbitkan: 31/01/2018


Depresi kerap menimpa pada siapa saja. Tak hanya terjadi pada orang dewasa, depresi juga bisa menghampiri anak-anak juga loh. Bahkan bisa juga menimpa pada janin yang masih di dalam kandungan. Namun, apa sih sebetulnya depresi itu, dan bagaimana mengenali gejalanya? Simak ulasannya berikut ini. 

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang dapat mempengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati, dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. 

Beberapa faktor penyebab depresi diantaranya karena faktor keturunan, kurangnya kasih sayang dari orangtua, pengaruh lingkungan sekitar dan masih banyak yang lainnya. 

Penting untuk diketahui, bahwa depresi pada anak gejalanya mirip sekali dengan orang dewasa. Sehingga orangtua harus jeli mengamati kondisi anaknya dengan benar. Agar nantinya sikap yang diambil pun sesuai dengan permasalahan yang menimpa anak.

Nah, di bawah ini merupakan gejala yang kerap sekali menimpa anak yang depresi. 

1. Gangguan pada tumbuh kembang anak.Gejala yang paling menonjol pada anak depresi yakni gangguan tumbuh kembang. Misalnya saja anak yang seharusnya sudah bisa berbicara, namun ia sedikit terlambat. Bisa juga anak yang sudah tidak mengompol, mendadak mengompol lagi, dan dilakukan berulang-ulang. Nah, disini anak cenderung mengalami kemunduran, dan itu mengindikasikan bahwa anak sedang mengalami depresi. 

2. Hilangnya minat pada sesuatu yang disenangi. Beberapa anak kerap sekali menghindari sesuatu yang dulu ia senangi. Tak ada minat sama sekali pada hobi atau mainan yang membuat ia merasa enjoy ketika melakukannya. Anak juga kerap terlihat mudah lelah, sulit makan, susah berpikir dan tidak bisa tidur dengan tenang. 

3.  Sering murung. Jika Anda pernah menjumpai anak yang sering murung, sedih, dan kurang percaya diri. Anda harus berhati-hati, bisa jadi anak tersebut sedang mengalami depresi. Penyebabnya sungguh beragam, anak yang selalu mendapat kata-kata kasar dan sering dimarahi orangtuanya, akan rentan terkena depresi. Untuk itu, penting bagi orangtua untuk belajar berkomunikasi yang baik dengan anak-anaknya. Agar anak terhindar dari depresi. 

4. Aktivitas menurun. Aktivitas yang menurun bisa dikarenakan kurangnya tenaga, lemah, kurang bergairah, dan tak ada semangat seperti biasanya. Ketika melakukan satu kegiatan pun ia mudah sekali berputus asa. Biasanya ia akan menghabiskan waktu yang lama untuk tidur-tiduran. 

5. Mengalami keluhan fisik. Keluhan fisik yang sering dialami anak diantaranya, sakit kepala, sesak, keluhan pada lambung dan nyeri yang tidak jelas. Apalagi bila orangtuanya punya riwayat depresi, maka anak akan beresiko dua atau empat kali lipatnya loh.

Belum lagi ketika di lapangan, kesulitan dalam mendiagnosis depresi pada anak terkadang menjadi kendala yang berat. Karena anak belum bisa berkomunikasi dengan baik. Sehingga ia belum bisa mengutarakan apa yang ia rasakan dengan tepat. 

Tentunya sangat diperlukan peran aktif dari orangtua, agar anak mereka terhindar dari depresi. Misalnya meluangkan waktu lebih banyak untuk menemani anak bermain, atau membantu ketika ia belajar. Hindari juga membentak anak ketika melakukan kesalahan. Karena hal itu bisa menimbulkan rasa bersalah yang besar. Lalu yang terakhir, tingkatkan  kasih sayang pada anak Anda. 

Nah, bagi orangtua, harus digaris bawahi bahwa anak yang depresi, cenderung akan bermasalah ketika ia sudah dewasa. Baik secara fisik ataupun psikologisnya. Jadi kita sebagai orangtua harus betul-betul mencegah hal-hal yang bisa memicu depresi. Agar masa dewasanya berjalan dengan normal. (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News