Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Pentingnya Kreativitas dalam Menghadapi Ekonomi Sulit

Tanggal diterbitkan: 31/01/2018


Bagi sebagian orang, semakin banyak yang berbisnis maka semakin sulit persaingan yang terjadi. Begitu juga dalam dunia tenaga kerja, semakin banyak lulusan universitas semakin ketat persaingan dalam mendapatkan pekerjaan. Seperti itulah yang terjadi saat ini. Lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pengangguran yang ada. Banyak anak muda yang kini lebih memilih berwirausaha.

Mau memilih jadi pengusaha atau karyawan, keduanya memiliki risiko masing-masing. Menjadi karyawan dituntut untuk selalu disiplin menaati peraturan perusahaan dan harus terus meningkatkan kemampuan agar tidak tersisihkan oleh karyawan-karyawan baru. Jadi pengusaha pun jauh lebih sulit dibanding menjadi karyawan. Pengusaha dituntut untuk terus mengasah kreativitas untuk menghadapi persaingan bisnis. Kreativitas juga dibutuhkan untuk menjadikan bisnisnya sebagai yang terdepan, mendapatkan banyak pelanggan dan juga pemasukan yang berlimpah.

Lalu kreativitas yang seperti apa yang dibutuhkan?

Satu, kreatif membaca peluang. Sebenernya peluang itu ada dimana-mana. Saat terjadi sebuah masalah pun tersimpan sebuah peluang. Dibutuhkan pengamatan yang jeli untuk menemukannya.  Selain itu,  kita perlu mengasah kejelian tersebut. Contohnya adalah ketika banyak orang mengalami kesulitan mencari sebuah produk atau jasa di daerahnya. Disitulah peluangnya. Kita bisa mencari supplier produk yang diinginkan, lalu menawarkannya didaerah tersebut. Contoh lainnya, ketika banyak orang yang kecewa dengan sebuah perusahaan yang menjadi kompetitor. Maka seharusnya kita bisa dengan sigap meningkatkan pelayanan yang diidamkan konsumen. Dengan terus memperhatikan sekitar, lama kelamaan kreativitas membaca peluang akan semakin terasah.

Dua, kreatif mengelola masalah. Setiap orang selalu memiliki masalah. Tidak terkecuali untuk sebuah badan usaha ataupun komunitas. Kreativitas mengelola masalah ini juga perlu selalu diasah. Makin sering akan makin kreatif. Contohnya, ketika seorang pengusaha memiliki dua karyawan yang berbeda karakter dan kemampuan. Maka sebaiknya pengusaha tersebut menempatkannya sesuai karakter mereka. Misalnya yang suka rapi di bagian admin, yang suka tantangan bisa ditempatkan sebagai pekerja lapangan.

Tiga, kreatif mengelola modal yang minim. Contohnya, ketika kita sedang kesulitan mendapatkan modal, solusi kreatif adalah dengan menjalin kerjasama dengan supplier agar bisa menggunakan pembayaran tempo atau dengan sisitem konsinyasi. Bisa juga dengan menawarkannya terlebih dahulu kepada konsumen dan ketika ada pemesanan kita baru mengambil barang di konsumen. 

Kebanyakan orang saat menemui masalah permodalan langsung terpikir untuk pinjam ke bank. Padahal usahanya belum stabil. Pemasukan juga belum pasti. Maka yang ada hutang tersebut hanya akan menjadi beban yang menggerus cash flow. Bisnis akan sakit-sakitan dan sulit berkembang.

Empat, kreatif mengelola kata. Biasanya kreativitas ini makin terasah ketika seseorang makin tinggi tingkat pendidikannya. Tapi juga diiringi dengan tingkat pendidikan akhlaknya. Mereka akan baik dalam memilih kata dan mengelolanya sehingga tidak menyinggung banyak orang dan membuat ketertarikan orang lain terhadap produk mereka. Contohnya, seorang pengusaha yang sedang menawarkan produknya ke calon konsumen, sebaiknya menghindari kata murah dan mahal. Karena murah dan mahal itu adalah relatif sesuai dari kemamampuan daya beli seseorang. Kata murah bisa diganti dengan terjangkau dan kata mahal bisa diganti dengan “sesuai dengan kualitas dan kegunaannya.” Seorang pengusaha harus kreatif dalam menjelaskan produknya kepada konsumen. Dengan begitu akan lebih banyak menarik konsumen untuk membeli.

Yakinlah, setiap permasalah ekonomi bisa diselesaikan jika mau menggali kreativitas kita. Hal tersebut bisa kita miliki dengan terus mengasah dan mempraktekkannya. (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News