Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Mengapa Anak Salah Pilih Jurusan Kuliah?

Tanggal diterbitkan: 28/03/2018


Salah jurusan merupakan hal yang sering dialami oleh mahasiswa di Indonesia. Padahal, jurusan yang diambil saat kuliah seharusnya menjadi pintu masuk untuk melangkah ke dunia kerja. Karena itu, para calon mahasiswa harus bisa memilih jurusan kuliah yang tepat.

Kesalahan dalam memilih jurusan kuliah tak hanya berdampak pada tahap kehidupan selanjutnya. Saat masih menempuh pendidikan pun, hal ini akan menimbulkan masalah. Mempelajari bidang yang tidak sesuai dengan minat tidak akan memberikan hasil yang maksimal. 

Orang tua seharusnya dapat membantu meminimalkan kemungkinan tersebut terjadi. Untuk itu, orang tua harus tahu terlebih dahulu apa penyebab anak salah memilih jurusan kuliah.
   
1. Mengikuti Kemauan Orang Tua

Tidak ada salahnya mengikuti keinginan orang tua, sepanjang hal tersebut juga baik bagi anak. Namun, jangan sampai mengabaikan kepentingan anak. Sayangnya, masih banyak orang tua yang memaksakan keinginannya dengan alasan yang berbeda-beda. 

Karena alasan ekonomi, orang tua memaksa anak untuk memilih jurusan yang bisa lulus dengan cepat sehingga bisa segera bekerja. Ada juga orang tua yang memaksa anak untuk kuliah di perguruan tinggi terkenal dan jurusan favorit demi gengsi. Alasan lainnya, orang tua merasa bahwa karena mereka yang membiayai, maka mereka jugalah yang berhak menentukan di mana anaknya akan kuliah. 
   
2. Tidak Mengetahui Minat Sebenarnya

Menurut para pakar pendidikan, salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia adalah kurikulum yang terlalu membebani anak didik dengan banyak mata pelajaran, namun tidak menggali minat dan bakat anak. Akibatnya, saat hendak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, banyak anak yang belum benar-benar memahami minat yang sebenarnya. 

Memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakat akan membuat anak memandang masa studinya sebagai beban. Padahal, seharusnya anak merasa enjoy selama menjalani masa perkuliahan sehingga lebih mudah menyelesaikan pendidikannya dengan hasil yang baik. 
3. Tergoda Prospek Kerja yang Bagus  
Tekanan ekonomi atau godaan gaya hidup membuat anak seringkali berorientasi pada pekerjaan dan penghasilan yang kelak bisa didapat setelah lulus. Prospek kerja yang bagus pun menjadi pertimbangan saat memilih jurusan kuliah, meskipun sebetulnya ia tidak berminat pada jurusan tersebut.  

4. Peluang untuk Diterima Lebih Besar

Saat memutuskan untuk kuliah, banyak calon mahasiswa yang masih berpikir “yang penting diterima di PTN”. Bagi yang merasa prestasinya biasa-biasa saja atau bahkan kurang, salah satu strategi untuk bisa lolos ujian seleksi adalah dengan memilih jurusan yang sepi peminat, tanpa memedulikan apakah jurusan tersebut sessuai dengan minatnya atau tidak. 

5. Kurang Informasi

Meski sekarang informasi tentang segala hal bisa didapat dengan mudah, kenyataannya tidak banyak calon mahasiswa yang mencoba untuk mencari tahu lebih dalam tentang jurusan-jurusan yang ada di perguruan tinggi. Padahal, saat ini informasi tersebut bisa didapatkan dengan mudah tanpa harus datang langsung ke kampus. 

Informasi seputar jurusan kuliah sangat penting agar anak mendapatkan bayangan seputar jurusan yang diincarnya, termasuk mata kuliah yang akan didapatkan dan profesi yang kelak bisa dijalani. Semakin banyak informasi yang didapat, semakin kecil kemungkinan anak mengalami salah jurusan. 

Dengan mengetahui kelima penyebab di atas, Anda sebagai orang tua dapat membantu agar anak tidak perlu mengalaminya. Meskipun anak sudah mulai memasuki usia dewasa muda, peran orang tua dalam membantu anak menemukan jurusan yang tepat masih sangat diperlukan. (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News