Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Anak Sering Melawan, Apa Penyebabnya?

Tanggal diterbitkan: 28/03/2018


Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang sopan, santun, dan penurut. Dengan memiliki anak-anak seperti ini, tugas orang tua dalam membesarkan dan mendidik menjadi lebih mudah. Orang tua pun dapat lebih fokus mengerjakan pekerjaan yang lain. Namun, terkadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Anak yang saat kecil terlihat manis dan penurut, berubah menjadi anak yang suka memberontak, bahkan melawan kedua orang tuanya.
Menghadapi tipe anak yang suka melawan tentu tidak mudah. Jika dihadapi dengan kekerasan, anak akan semakin keras melawan dan memberontak. Sebelum mencari tahu cara menghadapi anak dengan karakter seperti ini, ada baiknya Anda tahu terlebih dahulu penyebab anak suka melawan.
   
1. Pola Asuh yang Salah 

Sebelum menyalahkan anak, sebaiknya orang tua melakukan introspeksi terlebih dahulu. Bagaimanakah pola asuh yang diterapkan kepada anak selama ini? Biasanya, sikap anak merupakan cerminan pola asuh kedua orang tuanya.

Kebanyakan, anak-anak yang sering melawan terlahir dari keluarga yang menerapkan pola asuh otoriter. Sikap otoriter ini biasanya dikarenakan orang tua merasa tahu segalanya, termasuk merasa paling tahu kebutuhan anak. Tanpa banyak kompromi, orang tua kemudian memaksa anak untuk mengikuti keinginan tersebut dengan dalih demi kebaikan anak. Sikap ini akan membuat anak merasa tertekan karena terus dipaksa tanpa ditanya apa keinginan mereka dan berujung pada sikap melawan.

Sebaliknya, pola asuh yang terlalu memanjakan anak juga akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang suka melawan. Anak terbiasa untuk mendapatkan keinginannya dengan mudah, sehingga ketika tidak bisa mendapatkan keinginannya, anak akan marah dan melawan orang tuanya.
   
2. Orang Tua Tidak Menjadi Teladan yang Baik

Anak ibarat spons yang siap menyerap apa saja yang ada di hadapannya, terutama tingkah laku orang tuanya. Orang tua yang senantiasa bertengkar di depan anak-anak, secara tidak langsung sedang memberi contoh kepada anak bagaimana cara melawan. Hal yang sama juga terjadi jika orang tua sering melawan kakek dan nenek. Anak akan memperlakukan orang tuanya sebagaimana yang dilihatnya selama ini.
   
3. Memberikan Perintah di Saat yang Kurang Tepat

Ketika akan menyuruh anak, terlebih dahulu orang tua harus mengetahui kondisi anak. Jika anak sedang sibuk mengerjakan sesuatu, tundalah dulu keinginan untuk menyuruh anak. Tunggulah hingga si anak lapang dan tidak sedang mengerjakan apa-apa.

Namun, jika perintah tersebut sifatnya urgent, Anda dapat menyuruh anak dengan cara yang baik. Berikan pemahaman bahwa Anda sangat membutuhkan bantuannya dan perintah tersebut tak bisa ditunda. Dengan cara ini, sesibuk apa pun anak, biasanya ia akan segera mematuhi perintah Anda tanpa melawan.
   
4. Pengaruh Lingkungan

Selain pengaruh keluarga, lingkungan sekitar juga dapat membawa pengaruh negatif bagi anak. Tidak heran jika ada anak yang mendapatkan pola asuh yang baik dari orang tuanya namun justru sering bersikap buruk. Pengaruh buruk ini diperoleh dari pergaulannya dengan tema-teman yang sering melawan orang tua. Akibatnya, anak ikut terpengaruh dan berkelakuan buruk di rumah.

Sifat baik dan penurut tidak datang dengan sendirinya. Ada upaya, terutama dari kedua orang tuanya, agar anak-anak yang terlahir dalam keadaan suci tersebut dapat tumbuh dan menjadi anak yang baik sesuai harapan orang tua. Jangan lupa untuk terus mendoakan anak-anak, karena bagaimanapun hanya Allah jualah yang memegang dan membolak balikkan hati mereka. (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News