Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Pendidikan Keterampilan yang Wajib Dikuasai Anak SD

Tanggal diterbitkan: 28/03/2018


Memiliki anak adalah dambaan bagi setiap pasangan. Anak merupakan aset yang berharga dan harus dijaga, dididik, dan dipersiapkan agar menjadi generasi penerus keluarga, bangsa yang tangguh. Tangguh menghadapi tantangan zaman yang akan datang. Sehingga sebagai orangtua harus mempersiapkan.

Pendidikan formal dimulai saat anak berusia 3-4 tahun. Biasanya, pada rentang usia tersebut anak mulai mengikuti pendidikan prasekolah atau sering disebut dengan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Selain pendidikan formal, orang tua juga harus membekali anak dengan pendidikan keterampilan. Pendidikan keterampilan yang perlu ditanamkan pada anak adalah pendidikan keterampilan sosial.

Setelah menyelasaikan pendidikan di PAUD dan Taman Kanak-Kanak, anak akan melanjutkan kejenjang Sekolah Dasar (SD). Pada jenjang pendidikan SD, anak mulai mendapatkan pendidikan yang lebih luas lagi dibandingkan sewaktu di PAUD dan TK. Selain pendidikan formal, dibutuhkan juga pendidikan keterampilan yang akan menunjang kesiapan anak dalam menghadapi kemajuan zaman. 

Pendidikan keterampilan yang paling mendasar adalah pendidikan keterampilan sosial, selain pendidikan keterampilan lainnya. Mengapa pendidikan keterampilan sosial penting untuk ditanamkan sejak dini? Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sosial. Selain itu, anak juga perlu dibekali kemampuan untuk menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. 

Pendidikan keterampilan sosial juga berperan besar dalam upaya seorang anak untuk meraih prestasi akademik yang memuaskan. Karena itu, orang tua dan guru wajib menanamkan pendidikan keterampilan sosial ini kepada anak sejak usia dini. 
Pendidikan keterampilan lain yang menunjang anak untuk menghadapi kemajuan zaman juga harus ditanamkan pada anak. Pendidikan keterampilan pada anak SD dibagi dua berdasarkan usia, yaitu usia 6-9 tahun dan usia 9-12 tahun. Keterampilan untuk anak usia 6-9 tahun adalah keterampilan yang yang berkaitan dengan kemampuan motorik anak, yaitu:
   
1. Keterampilan di Bidang Agama

Sejak dini, ajari anak mengaji di TPA. Di TPA selain diajari mengaji juga diajari keimanan, sopan-santun, dan lain-lain.

2. Keterampilan di Bidang Olahraga

Anak sudah mulai bisa dilatih untuk berolahraga, tetapi jangan yang terlalu berat. Sesuaikan jenis olah raga dengan usia anak. 

3. Keterampilan di Bidang Kesenian

Keterampian di bidang kesenian bisa ditingkakan dengan mendaftarkan anak ke sanggar kesenian, seperti melukis, menyanyi, menari, dan lain-lain.
Keterampilan untuk anak usia 9-12 tahun sudah menggunakan kemampuan berpikir, yaitu:

Keterampilan di Bidang Komputer
Jika anak mempunyai minat di bidang komputer, Anda dapat memasukkannya ke kursus komputer. Di sini, anak akan diajarkan tentang hardware dan software secara sederhana.

Keterampilan di Bidang Kuliner
Jika anak tertarik pada bidang kuliner, ajak anak untuk terlibat dalam kegiatan masak-memasak di rumah. Ajari anak masakan yang sederhana dan tidak terlalu rumit. Anda uga bisa mengikutsertakan anak ke kelas masak-memasak.

Keterampilan di Bidang Menjahit
Anak Anda tertarik di bidang fashion design? Dukung minatnya dengan mendaftarkannya ke kursus mendesain baju. Demikian juga jika anak suka menjahit. Mengikuti kursus menjahit dapat meningkatkan keterampilannya sehingga bisa berkembang secara terarah.

Demikianlah beberapa pendidikan keterampilan yang dapat ditanamkan kepada anak sejak dini. Sejumlah peneliti dan pemerhati anak mengungkapkan, keterampilan sosial sama pentingnya dengan pelajaran Matematika, IPA, dan pelajaran akademis lainnya. Jadi, jangan abaikan pendidikan keterampilan pada anak, baik keterampilan sosial maupun keterampilan penunjang lainnya. (AH)

Kegiatan Cimahi

Headline News