Pencarian :

Artikel • Detail Artikel

Membangun Semangat Pantang Menyerah pada Anak

Tanggal diterbitkan: 31/10/2018


Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kalimat dukungan ini memang benar karena tidak semua orang dapat mencapai kesuksesan secara langsung. Ada yang harus melalui kegagalan berkali-kali sebelum menikmati manisnya sebuah keberhasilan. Setiap orang memiliki roda kehidupan masing-masing.

Reaksi setiap orang saat mengalami kegagalan berbeda-beda, tergantung kekuatan mentalnya. Tak sedikit yang merasa putus asa, depresi, bahkan mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, ada pula yang tetap tenang dan memilih untuk merencanakan strategi baru agar memperoleh hasil yang diidamkan. Sikap mental tangguh dan pantang menyerah seperti ini hanya akan terbentuk bila dibiasakan sejak kecil. 

Membangun sikap pantang menyerah pada anak-anak merupakan hal yang sangat penting. Orang tua harus mengajarkan dan membiasakan hal ini sejak anak berusia dini. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membangun sikap tersebut.

Memberi Kesempatan Beraktivitas
Orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk beraktivitas. Selain waktu, yang dimaksud kesempatan ini termasuk menyediakan fasilitas untuk bermain sambil belajar. Fasilitas yang diberikan tidak harus mahal, yang penting aman bagi anak-anak. Penyediaan fasilitas ini penting agar anak dapat menyalurkan imajinasinya secara positif. Jangan sampai anak merasa belum apa-apa sudah ada kendala atau mau melakukan apa pun tidak bisa.

Orang tua dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai sebagai fasilitas bermain dan belajar anak. Misalnya, bagian belakang kalender bekas dapat digunakan untuk menggambar, menulis, atau bermain warna. Bagian tulisan dan tanggal dapat digunting untuk pengenalan huruf dan angka. Untuk anak yang sudah bisa membaca, orang tua dapat membelikan buku-buku bekas yang harganya miring. Dengan cara ini, selain aktif, anak pun akan terbiasa untuk kreatif.

Biarkan Anak Menghadapi Tantangan
Kadang-kadang, orang tua terlalu mengkhawatirkan anak-anaknya. Akibatnya, anak-anak sering dilarang melakukan ini itu. Bila tidak membahayakan, biarkan saja sesekali mereka memanjat sesuatu. Bila mereka jatuh, jangan langsung dibantu. Biarkan mereka berdiri sendiri, lalu mencoba lagi dan lagi. Anak-anak perlu belajar mengatasi masalah dan tantangannya sendiri. 

Bila berhasil mengatasi  tantangannya, mereka akan memiliki rasa percaya diri yang baik. Bagaimana kalau belum berhasil? Inilah saatnya orang tua membantu menjelaskan cara menyelesaikan masalah dengan baik.

Biarkan Anak Mengekspresikan Perasaannya
Bila anak mengalami kegagalan, biarkan mereka mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya. Orang tua sebaiknya berempati mendengarkan curahan hati mereka. Setelah selesai menangis dan bercerita, biasanya anak-anak akan kembali ceria dan siap menghadapi tantangan baru. Tindakan ini akan melatih anak untuk mampu menerima kegagalan dan tidak mudah putus asa.

Memberi Dukungan Semangat
Dorongan atau dukungan semangat sangat berarti bagi anak-anak, baik dukungan dari orang tua, saudara, maupun teman-temannya. Adanya dukungan membuat anak lebih optimis dan yakin terhadap kemampuan dirinya. Sudah pernah menyaksikan video pendek yang viral tentang anak TK yang ingin melompati tumpukan balok? Beberapa kali anak tersebut gagal. Namun, setelah semua teman-temannya memberi dukungan, akhirnya ia berhasil melompati tumpukan balok tersebut.

Menanamkan Dasar-Dasar Keagamaan
Pendidikan agama sangat berperan dalam pembentukan mental anak. Dengan dasar-dasar keagamaan yang ditanamkan sejak dini, anak akan belajar bahwa semua hal terjadi dengan izin Allah Swt. Selain berusaha dan berdoa, mereka juga harus berserah diri pada ketentuan Allah.

Jika sikap pantang menyerah telah ditumbuhkan sejak kecil, kelak saat dewasa, mereka akan mempunyai mental yang tangguh. Mereka akan mampu bersyukur bila mendapat keberhasilan dan sanggup bersabar saat menghadapi kegagalan. Semoga artikel ini bermanfaat. (AH)

image source: https://pixabay.com/en/hand-children-child-child-s-hand-1137978/

Kegiatan Cimahi

Headline News