• Cimahi Butuh Museum

    Senin, 20 May 2013
  • Penyuluhan DBD dan Chikungunya

    Senin, 20 May 2013
  • Focus Group Disscussion Pengembangan Akuakultur di Kalangan SMP, SMA dan SMK se-Kota Cimahi

    Senin, 20 May 2013
  • Focus Group Discussion (FGD) Kearsipan

    Jumat, 17 May 2013
  • Istigosah Jelang HUT Kota Cimahi

    Jumat, 17 May 2013

Pemkot Cimahi Bekerja Sama Dengan TP2GD Provinsi Jawa Barat Gelar Seminar dr. Dustira

Pemkot Cimahi Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Jawa Barat menggelar seminar rumusan pengusulan Mayor dr. Dustira Prawiraamidjaya sebagai pahlawan nasional. Rencananya dalam waktu dekat setelah tim pengusulan mendapatkan data yang valid, usulan tersebut akan disampaikan kepada Gubernur Jabar.
Berdasarkan data TP2GD Provinsi Jawa Barat, dr. Dustira berjasa besar menyelamatkan pejuang dan rakyat Indonesia yang terluka dan tewas sepanjang perang kemerdekaan di daerah Padalarang-Cimahi. dr.Dustira patut mendapat gelar pahlawan nasional. Perjuangannya dilakukan dengan sepenuh jiwa dalam keadaan yang sangat darurat, hingga mengorbankan nyawanya. Untuk itulah Pemkot Cimahi dan TP2GD Provinsi Jawa Barat akan segera mengusulkannya ke Gubernur Jabar setelah seminar ini untuk mendapatkan rekomendasi. Selanjutnya akan diusulkan ke Kementrian Sosial.

Dustira adalah dokter berpangkat mayor bernama lengkap Dustira Prawiraamidjaya yang dilahirkan di Tasikmalaya, 25 Juli 1915. Dustira berasal dari keluarga ningrat, ayahnya bernama Rd. S. Prawiraamidjaya.

Selama revolusi, Dustira ditugaskan membantu keamanan di Siliwangi (sekarang Kodam Siliwangi) oleh Badan Keamanan Rakyat. Dustira ditugaskan di front Padalarang, Cililin, dan Batujajar. Dengan keterbatasan obat dan peralatan, Dustira yang telah lulus menjadi dokter sekuat tenaga berusaha membantu.

Pada Maret 1946 terjadi kecelakaan kereta api yang menewaskan ratusan jiwa. Dustira mengalami kelelahan dan terpukul dengan banyaknya korban karena tidak dapat menolong dengan optimal. Dalam kondisi tersebut, Dustira sakit dan dirawat di RS Immanuel Bandung. Nyawanya tidak tertolong dan meninggal pada 17 Maret 1946. Dustira dimakamkan di Astanaanyar, tahun 1973 makamnya dipindahkan ke Cikutra.(Dhany/” Bag. Humas Pemkot Cimahi”)

Share on facebook

Pencarian

Link to YouTube

Link Terkait

Website Pelayanan Publik

Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu
Website Polres Cimahi

Website LPSE Kota Cimahi

Website Pemerintah

Media Elektronik

Website SOPD


Website Kelurahan

Arsip Berita

Arsip Berita

Cimahi Blog Competition 2013

Login



Hit Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3780
mod_vvisit_counterKemarin11800
mod_vvisit_counterMinggu ini40173
mod_vvisit_counterMinggu lalu54738
mod_vvisit_counterBulan ini178745
mod_vvisit_counterBulan lalu166795
mod_vvisit_counterTotal3411440

We have: 89 guests, 14 bots online
IP Anda: 54.224.79.93
 , 
Tanggal/Jam: May 23, 2013

Iklan Layanan Publik

  •  rw siaga
  •  stop rokok

cimahi's channel

You need Flash player 6+ and JavaScript enabled to view this video.