Pencarian :

Berita • Detail Berita

Pengawasan Tata Ruang Harus Ditingkatkan

2017-04-19 14:46:34

CIMAHI - Plt Walikota Cimahi Sudiarto meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan secara rutin melakukan pengawasan dan pengendalian. Dengan upaya tersebut diharapkan akan tercipta tertib pemanfaatan ruang.

Dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Pasal 35, tentang Penataan Ruang, telah ditetapkan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui penetapan peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif serta pengenaan sanksi.

Keempat instrumen pengendalian pemanfaatan ruang tersebut harus disusun secara komprehensif, cermat dan aplikatif, dengan mengacu pada rencana tata ruang yang telah ditetapkan, sehingga peran pengendalian pemanfaatan ruang dapat berjalan dengan efektif.

"Seseorang atau badan hukum yang melanggar peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah, dapat dikenai sanksi, baik sanksi administrasi maupun sanksi pidana, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Sudiarto, kepada pewarta di sela-sela Sosialisasi Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang Industri Kota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Selasa (18/4).

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jawa Barat, Endang Damayanti, Bappeda Kota Cimahi Dewi Fajarwati serta Akademisi ITB Petrus Natalivan.

Upaya pengendalian dan pemanfaatan ruang akan berjalan efektif, apabila disertai dengan sanksi tegas. Baik sanksi administratif maupun sanksi pidana terhadap seseorang atau badan hukum yang melakukan pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang.

Sudiarto menjelaskan, rencana tata ruang wilayah menjadi instrument penting untuk mengarahkan pola pemanfaatan ruang wilayah secara tepat guna. Perencanaan tata ruang harus dapat memberikan jaminan kepastian hukum kepada setiap pengguna ruang dalam memanfaatkan ruang.

Melalui pengendalian pemanfaatan ruang, diharapkan dapat diminimalisasi berbagai permasalahan dan konflik berkenaan dengan pemanfaatan ruang.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi mengakui mayoritas industri di Cimahi tidak mematuhi tata ruang bangunan secara pelaksanaan. Sekretaris Dinas PUPR Kota Cimahi, Yusi Karim menjelaskan, secara aturan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak melanggar, tapi pas pelaksanaannya melanggar.

Pihaknya kerap melayangkan surat teguran kepada pelaku industri di Cimahi. Momentum sosialisasi kali ini, dimanfaatkan oleh Dinas PUPR untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha bahwa pemerintah memiliki aturan mengenai tata ruang.

"Harapannya ada titik temu sama pelaku usaha bahwa kita punya aturan, mereka juga harus mematuhi aturab itu," paparnya.(HDA)

Kegiatan Cimahi

Headline News