Pencarian :

Berita • Detail Berita

Dishub Kota Cimahi Anggarkan Pengadaan Traffic Counting

2018-07-06 17:47:50

CIMAHI - Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Cimahi merencanakan penggunaan traffic counting tahun 2018 ini. Ada 10 ruas jalan Kota Cimahi yang akan diterapkan alat penghitung jumlah kendaraan tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cimahi, Endang mengatakan, pengadaan traffic counting untuk 10 ruas jalan Kota Cimahi saat ini sudah memasuki proses lelang di Unit Layanan Pengadaa (ULP) Kota Cimahi.

"Kemarin baru masuk dokumen lelangnya (ke bagian ULP Kota Cimahi)," terang Endang saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jum'at (6/7/2018).

Ketika ditelusuri dalam situs http://lpse.cimahikota.go.id, untuk pengadaan 10 traffic counting memang sudah terdaftar. Statusnya yang tertulis pada laman resmi milik ULP Kota Cimahi tersebut adalah evaluasi penawaran dan evaluasi dokumen klasifikasi.

Tercatat 21 perusahaan yang mendaftar. Nilai pagu paket yang tertera mencapai Rp200.000.000 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2018.

Dari 21 perusahaan yang tercatat, baru dua saja yang memberikan penawaran. Keduanya adalah PT PT Tata Bumi Konsultan dengan nilai Rp176.055.000 dan CV Multi Lisensi dengan nilai Rp199.705.000.

Jika sesuai jadwal yang tercatat dalam laman resmi tersebut, makan penandatanganan kontrak dengan pihak pemenang traffic counting akan dilaksanakan pada 16-27 Juli 2018. 

Dikatakan Endang, bila lelang kali ini berhasil, traffic counting tersebut akan digunakan di 10 ruas jalan yang memiliki tingkat kepadatam. Seperti Jalan Kebon Kopi, Demang Hardjakusumah, Parmindo dan lain-lain.

"Itu simpul-simpul yang dianggap arus lalu lintasnya tinggi, padat," kata Endang.

Endang menjelaskan, pengadaan alat penghitung jumlah kendaraan untuk mengkaji jalan-jalan di Kota Cimahi yang mengalami kepadatan kendaraan, hingga berpotensi macet parah.

Dengan alat tersebut, nantinya pihaknya akan mengetahui jumlah kendaraan yang melintas. Dari hasil traffic counting itu, akan langsung dievaluasi untuk mencarikan solusinya.

"Sebetulnya itu sebagai bahan kajian. Kalau misal titik volume lalu lintasnya terlihat memang perlu rekayasa, kita akan lakukan rekayasa, atau (dengan) penambahan rambu," jelasnya. (FB)

Kegiatan Cimahi

Headline News