Loading...

Kikis Buang Sampah ke TPA, Pemkot Cimahi Targetkan Wilayah Pilah Sampah 60 Persen

Rano Hardiana 21 Januari 2026 556 kali dilihat
Bagikan:
Kikis Buang Sampah ke TPA, Pemkot Cimahi Targetkan Wilayah Pilah Sampah 60 Persen
CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menargetkan sampah terpilah hingga 60 persen di setiap kelurahan. Dengan begitu, maka ketergantungan membuang sampah ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat perlahan bisa dikikis.

"Yang akan diterapkan ke depan di Kota Cimahi itu optimalisasi pemilahan sampah di wilayah dengan target 60 persen sampah selesai di wilayah di bawah tanggung jawab kelurahan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Kamis (15/1/2026).

Kota Cimahi menjadi salah satu daerah di Bandung Raya yang terdampak kebijakan pembatasan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. Pembatasan pembuangan sampah dari daerah di Bandung Raya itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti.

Dalam SE itu, Kota Bandung dijatah maksimal 13.738 ton per 2 minggu. Lalu Kota Cimahi maksimal 1.668 ton, kemudian Kabupaten Bandung Barat 1.668 ton, dan Kabupaten Bandung maksimal 3.925 ton per 2 minggu.

Kota Cimahi sendiri per harinya memproduksi sampah hingga 250 ton. Selain pengolahan sampah di wilayah, pihaknya juga mengoptimalkan keberadaan TPS 3R dengan target 40 persen sampah terolah. 

"Kemudian kita optimalisasi TPS 3R yang telah ada. Lalu menambah pengolahan sampah di wilayah selatan, rencananya kita menyewa gudang di Kelurahan Utama. Hampir sama (dengan yang di TPS 3R Sentiong), cuma kapasitas sekitar 10 ton per hari, ditambah untuk finishing goods," kata Chanifah. 

Dari dua upaya itu, Chanifah menargetkan residu timbulan sampah harian di Kota Cimahi maksimal tersisa 10 persen. Barulah residu 10 persen itu akan dibuang ke TPA Sarimukti.

"Maksimal residu 10 persen kalau skema yang kita siapkan ini diterapkan dengan baik. Sehingga kita tidak akan ketergantungan lagi pada TPA Sarimukti," ujar Chanifah.***