Loading...

Ancaman Sesar Lembang jadi Perhatian, Ribuan Pelajar Cimahi Ikuti Sekolah Aman Bencana

Rano Hardiana 22 Mei 2026 133 kali dilihat
Bagikan:
Ancaman Sesar Lembang jadi Perhatian, Ribuan Pelajar Cimahi Ikuti Sekolah Aman Bencana

CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB). Program ini menjadi program rutin mengingat Kota Cimahi berada di daerah rawan bencana. Program SMAB 2026 difokuskan di SMP Negeri 4 Kota Cimahi. Sebanyak 1.580 peserta yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi peserta dan dibekali materi kebencanaan.

Ngatiyana menegaskan pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus pusat edukasi mitigasi bencana bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana ini, kami berharap seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat kewaspadaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekitarnya,” ujar Ngatiyana pada penutupan SMAB 2026, Jumat (22/5/2026).

Ngatiyana juga mengatakan, Kota Cimahi termasuk wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi, terutama ancaman gempa bumi yang berkaitan dengan keberadaan Sesar Lembang. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem juga kerap memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Cimahi, sejak Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 48 kejadian bencana terjadi di wilayah Cimahi. Peristiwa tersebut meliputi banjir, cuaca ekstrem, hingga tanah longsor yang menyebabkan kerusakan rumah, bangunan, serta infrastruktur.

Menurut Ngatiyana, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan mendorong peningkatan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

“Kesiapsiagaan itu penting. Ketika masyarakat memahami langkah mitigasi dan evakuasi mandiri, maka risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir,” katanya.

Program SMAB sendiri difokuskan pada penguatan tiga pilar utama satuan pendidikan aman bencana, yakni fasilitas sekolah aman, manajemen penanggulangan bencana di sekolah, serta pendidikan pengurangan risiko bencana.

Melalui program tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur penyelamatan diri, jalur evakuasi, simulasi penanganan keadaan darurat, hingga pembentukan budaya tanggap bencana di lingkungan sekolah.

Ngatiyana mengapresiasi BPBD Kota Cimahi dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kota Cimahi.

“Keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama. Karena itu, edukasi mitigasi bencana perlu terus diinternalisasi secara luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” tandas Ngatiyana.***