CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi merilis hasil pemeriksaan hewan kurban di momen Idul Adha 1447 Hijriah. Hasilnya, jumlah hewan kurban yang diperiksa tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan Idul Adha tahun lalu.
Tahun 2025, jumlah hewan kurban yang diperiksa petugas kesehatan baik sebelum disembelih atau ante mortem dan setelah disembelih atau post mortem mencapai 4.246 ekor. Rinciannya, sapi sebanyak 1.936 ekor, domba sebanyak 2.171 ekor dan kambing 139 ekor. Sedangkan tahun 2026 naik menjadi 4.342 ekor dengan rincian sapo sebanyak 2.061 ekor, domba sebanyak 2.266 ekor dan kambing ada 15 ekor.
"Kalau dari jumlah yang kita periksa tahun ini ada kenaikan dari tahun lalu. Tahun ini ada 4.342 ekor baik ante maupun post mortem," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pertanian pada Dispangtan Kota Cimahi, Retno Wulan, Rabu (3/6/2026).
Dari hasil pemeriksaan ante mortem tahun ini, ungkap dia, petugas kesehatan menemukan sebanyak 29 ekor hewan kurban yang sakit saat pemeriksaan ante mortem. Rinciannya, sebanyak 17 ekor domba dan 1 ekor kambing mengalami orf atau penyakit kulit.
Kemudian 1 ekor sapi dan 6 ekor domba ditemukan terkena pink eye atau infeksi mata, 1 ekor sapi terkena penyakit kuku dan mulut (PMK) serta 3 ekor sapi terkena lumpy skin disease (LSD). Retno menegaskan, hewan kurban yang terkena penyakit itu tidak disarankan untuk dijual atau disembelih.
"Untuk temuan yang sakit tentunya tidak kami berikan kalung tanda sehat dan diminta untuk diobati terlebih dahulu," ucap Retno.
Khusus untuk penyakit PMK, kata dia, ditemukan sebelum dilakukan penyembelihan di salah satu DKM di Kota Cimahi. Awalnya Dispangtan Kota Cimahi menyarankan agar sapi tersebut ditukar ke penjualnya, namun karena tidak bisa akhirnya dipotong terakhir.
"Kalau PMK enggak zoonosis, dan kemarin kebetulan PMK-nya tahap ringan jadi tetap bisa dipotong dan sesudah dipotong diperiksa lagi. Untuk kepala, lidah, bibir, kuku (kaki) sama jeroan enggak boleh dikonsumsi," jelas dia.
Sedangkan untuk hasil pemeriksaan setelah disembelih atau post mortem, petugas kesehatan menemukan 78 ekor hewan kurban terpapar penyakit. Rinciannya, 55 ekor sapi dan 20 ekor domba terkena cacing hati atau distomatosis serta 1 ekor sapi dan 2 ekor domba terkena nanah hati. (Bidang IKPS)**