Loading...

HSN 2026, Ngatiyana Dorong Santri Cimahi Melek AI: Teknologi Maju, Akhlak Tetap Nomor Satu

Sri Kurniawati 22 Oktober 2026 119 kali dilihat
Bagikan:
HSN 2026, Ngatiyana Dorong Santri Cimahi Melek AI: Teknologi Maju, Akhlak Tetap Nomor Satu

CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, mengajak para santri untuk berani beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, termasuk santri, dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kota Cimahi di Alun-alun Cimahi, Kamis (22/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

Dalam amanatnya, Ngatiyana menegaskan bahwa santri tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya transformasi digital. Santri harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Santri harus berani menguasai teknologi dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita melupakan iman, akhlak, dan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi fondasi pendidikan pesantren," ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, teknologi AI memiliki banyak peluang untuk mendukung proses pembelajaran. Mulai dari membantu mencari referensi, mempelajari bahasa asing, memperluas wawasan, hingga mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan gagasan baru.

Meski menawarkan berbagai kemudahan, Ngatiyana mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai kemampuan berpikir kritis. Santri tidak boleh menerima seluruh informasi yang dihasilkan teknologi tanpa memeriksa kebenaran dan sumbernya.

"AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk belajar, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir. Setiap informasi harus diperiksa kebenarannya dan digunakan secara bertanggung jawab," tegasnya.

Santri Harus Kuat dalam Ilmu, Iman, dan Akhlak

Ngatiyana juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi secara digital tidak dapat menggantikan peran guru, ulama, dan proses pembelajaran yang menanamkan adab serta kebijaksanaan.

Khusus dalam memahami ajaran agama, santri diminta tetap berpegang pada Al-Qur'an, hadis, kitab-kitab muktabar, serta bimbingan ulama yang memiliki kompetensi.

"Teknologi dapat membantu kita menemukan informasi, tetapi untuk memahami agama diperlukan ilmu, adab, dan bimbingan guru. Jangan sampai kemudahan teknologi membuat kita meninggalkan tradisi belajar yang benar," ungkapnya.

Untuk membentuk generasi santri yang siap menghadapi masa depan, Ngatiyana menekankan empat hal penting, yakni penguasaan ilmu, karakter yang kuat, pelestarian tradisi pesantren, serta keberanian berinovasi.

Keempat aspek tersebut dinilai harus berjalan beriringan agar santri tidak hanya unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Ia menambahkan, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kejujuran, kedisiplinan, amanah, dan kerendahan hati. Sebab, kemampuan teknologi tanpa landasan moral berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak digunakan secara bijaksana.

Pembangunan Cimahi Butuh Generasi Berkarakter

Lebih lanjut, Ngatiyana menegaskan bahwa kemajuan Kota Cimahi tidak hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, dan infrastruktur lainnya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan sinergi dengan pesantren, ulama, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat untuk membuka ruang bagi generasi muda agar berkembang sesuai tantangan zaman.

"Pembangunan manusia harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki keimanan kuat, akhlak mulia, serta kepedulian terhadap sesama," katanya.

Upacara HSN 2026 tingkat Kota Cimahi turut dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, Kepala Kementerian Agama, Ketua MUI, para ulama, pimpinan organisasi Islam, serta pimpinan pondok pesantren se-Kota Cimahi.

Menutup amanatnya, Ngatiyana berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi para santri untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan bangsa, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai pesantren.

"Jadilah santri yang mampu menjawab tantangan zaman. Kuasai ilmu dan teknologi, tetapi tetap jaga iman, akhlak, dan tanggung jawab. Kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu yang kita miliki membawa manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa," pungkasnya.

Melalui momentum HSN 2026, Pemerintah Kota Cimahi berharap lahir generasi santri yang mampu memadukan kekuatan ilmu agama, kecakapan teknologi, dan karakter luhur untuk menyongsong Indonesia Emas. Bidang IKPS**