Loading...

Waspada TB! Pemkot Cimahi Lakukan Skrining dan X-Ray bagi Pegawai

Riva Adam Puteri 17 Maret 2026 43 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Cimahi, 17 Maret 2026 - Ancaman penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Untuk mencegah penularan serta mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan menggelar skrining TB bagi pegawai pemerintah daerah di Aula Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Senin (16/3).


Sebanyak 100 pegawai dari lingkungan Dinas Kesehatan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi Tuberkulosis (TB). Pemeriksaan dilakukan melalui penjaringan gejala TB, pemeriksaan klinis, serta pemeriksaan menggunakan perangkat portable X-ray guna mendukung upaya deteksi dini kasus Tuberkulosis di lingkungan kerja.


Dari hasil skrining yang dilakukan, sebanyak 50 peserta tercatat sebagai kontak erat dengan pasien Tuberkulosis. Mereka telah mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah antisipatif agar infeksi tidak berkembang menjadi TB aktif.


Skrining tersebut merupakan bagian dari strategi Active Case Finding (ACF), yaitu pendekatan penemuan kasus secara aktif dengan menjangkau kelompok masyarakat secara langsung, termasuk di lingkungan kerja.


Selain berdampak pada kesehatan individu, TB juga dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Karena itu, pengendalian TB dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Upaya pengendalian TB yang efektif juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang sehat dan produktif untuk mendukung visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menegaskan bahwa TB merupakan penyakit menular yang masih berpotensi menyebar apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, langkah deteksi dini menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.


“Deteksi dini tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu diperluas ke berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja. Melalui skrining ini, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan dapat dicegah,” ujarnya.


Mulyati juga menerangkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga berencana melanjutkan kegiatan skrining pada 30 dan 31 Maret 2026 dengan sasaran pegawai di perangkat daerah lainnya. 


Selain pemeriksaan TB, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi peserta. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah dan kolesterol, serta konsultasi mengenai faktor risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi.


Melalui kegiatan ini, pegawai yang terindikasi memiliki gejala TB akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi aparatur mengenai gejala TB, cara pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas. (Bidang IKPS)***