Loading...

Lindungi Anak dari Penyakit Menular, Cimahi Kejar Target Imunisasi 93 Persen

Riva Adam Puteri 10 Agustus 2026 24 kali dilihat
Bagikan:
Lindungi Anak dari Penyakit Menular, Cimahi Kejar Target Imunisasi 93 Persen

CIMAHI – Imunisasi masih menjadi salah satu intervensi kesehatan paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Karena itu, Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat cakupan imunisasi melalui Program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) yang digelar pada 10–16 Agustus 2026.

Program yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menyasar bayi, balita, dan anak usia sekolah yang belum memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama atas perlindungan kesehatan sekaligus memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa kesehatan anak merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, membangun generasi yang berkualitas tidak hanya dimulai dari pendidikan, tetapi juga dari upaya memastikan anak-anak tumbuh sehat melalui imunisasi lengkap.

"Imunisasi bulan hanya melindungi satu anak, tetapi juga membentuk kekebalan masyarakat. Semakin tinggi cakupan imunisasi, semakin kecil risiko penyebaran penyakit menular. Ini menjadi investasi penting bagi masa depan Kota Cimahi," ujar Ngatiyana saat Gebyar PENARI tingkat Kota Cimahi di Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (12/8/2026).

Ia mengatakan, momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh sehat dan terbebas dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh orang tua berperan aktif memastikan putra-putrinya memperoleh imunisasi sesuai jadwal.

Program PENARI menargetkan seluruh balita usia 0–59 bulan serta anak usia sekolah yang status imunisasinya belum lengkap di 15 kelurahan di Kota Cimahi. Pemerintah menargetkan sedikitnya 14 kelurahan mampu mencapai cakupan imunisasi 93 persen sebagai syarat terbentuknya kekebalan kelompok.

Pelaksanaan imunisasi dilakukan secara serentak di seluruh puskesmas, posyandu, rumah sakit, klinik, praktik dokter, praktik bidan, hingga jejaring fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat, tenaga kesehatan bersama kader Posyandu dan pemerintah kewilayahan juga melakukan penelusuran aktif melalui kunjungan ke lingkungan permukiman.

Upaya tersebut diperkuat dengan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahap I selama Agustus 2026 di seluruh SD dan SMP sederajat di Kota Cimahi. Program ini mencakup pemberian imunisasi Campak-Rubela (MR) bagi siswa kelas 1 SD, vaksin HPV bagi siswi kelas 5 SD sebagai upaya pencegahan kanker serviks, serta imunisasi kejar HPV bagi siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang belum menerima vaksin saat kelas 5.

Meski demikian, program ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari seluruh masyarakat Kota Cimahi, karenanya Wali Kota mengajak seluruh kader, pengurus RT/RW, PKK, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan program ini.

"Mari bersama-sama menyukseskan Program PENARI dan BIAS. Pastikan tidak ada satu pun anak di lingkungan kita yang tertinggal imunisasi. Ikhtiar kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi benteng perlindungan bagi lahirnya generasi Cimahi yang sehat, cerdas, dan sejahtera," pungkas Ngatiyana. (Bidang IKPS)***