Loading...

Wali Kota Cimahi Minta BPBD Bersiap Hadapi Musim Penghujan

Sarwindha 03 November 2026 62 kali dilihat
Bagikan:
Wali Kota Cimahi Minta BPBD Bersiap Hadapi Musim Penghujan
CIMAHI - Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan potensi bencana hidrometrologi menjelang musim penghujan. Apalagi belakangan ini Kota Cimahi kerap dilanda hujan deras. 

"Kondisi cuaca yang saat ini sudah mulai hujan, waspadai khususnya BPBD, LH (Dinas Lingkungan Hidup), Satpol PP dan Damkar untuk melaksanakan kesiapaiagannya," imbuh Ngatiyana, Selasa (3/11/2026).  

Salah satu bencana yang harus diantisipasi adalah banjir. Ngatiyana mengatakan, pembersihan saluran sungai dan perbaikan drainase terus dilakukan Pemkot Cimahi sebagai bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi banjir kalau hujan deras turun. 

"Pembersihan atau pemeliharaan sungai terus kami lakukan, begitu juga perbaikan drainase. Tidak harus menunggu pas musim hujan saja jadi berkelanjutan supata aliran air tetap terjaga dan pas hujan air tidak meluap," ujar Ngatiyana. 

Ngatiyana juta berharap masyarakat turut berpedan untuk menjaga dan memelihara aliran sungai maupun drainase. Di antaranya tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, sampah bisa menjadi sumber yang menghambat aliran air sehingga menimbulkan risiko terjadinya banjir. 

"Untuk mengurangi risiko banjir, warga harus menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai," imbuh Ngatiyana. 

Ketua Tim Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin menungkapkan, saat ini sedang memasuki musim peralihan dari kemarau ke hujan. 

"Hujan Lebat atau ekstrem atau ada angin kencang, angin puting beliung atau juga hujan es ini bisa terjadi selama masa transisi. Bisa dibilang masuk peralihan musim dan tidak ada batasan. Musim hujan dirpediksi dasarian dua bulan November ini," ungkap Iid.

Dirinya mengatakan, secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk di KBB. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat. 

"Selama beberapa hari ke depan kondisi kelembapannya ketinggian 700 mb atau 3,5 km di atas permukaan laut, relatif cukup lembab. Ini mendukung adanya potensi pertumbuhan awan hujan," kata dia. 

Kondisi di masa peralihan ini dikarenakan potensi pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat yakni, suhu muka laut yang relatif hangat mendukung suplai uap air. Gelombang atmosfer Rossby Ekuator serta Madden Julian Oscillation (MJO) diprakirakan terpantau aktif di wilayah Jawa Barat. 

"Serta kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil sedanghingga kuat turut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pada skala lokal," ujar Iid(Bidang IKPS**)